Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BIDIK » UANG PAKIR DIDUGA DISUNAT

UANG PAKIR DIDUGA DISUNAT

(331 Views) November 30, 2016 8:48 pm | Published by | No comment

sunat
BUKITTINGGI- Setelah pemberitaan terkait persoalan in come parkir roda dua dalam Terminal Simpang Aua yang diduga adanya kongkaling-kong oknum Unit Pelaksana Tekhnis Dinas (UPTD) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bukitting.
Walikota Ramlan Nurmatias, memanggil jajarannya guna melakukan cek atas berita yang sudah dibaca khalayak ramai tersebut dan menjadi pembicaraan hangat di tengah-tengah masyarakat Kota Bukittingi.
Walikota yang diminta keterangan pada saat pejabat Nomor satu di Lingkungan Pemerintah Kota Bungkittingi usai pulang dinas menuju Rumah Dinas (Rumdis) pada pukul 18.00 Wib.
Tanggapan walikota yang hanya beberapa menit saja sembari bicara dipintu masuk rumah dinasnya setelah disampaikan bukti dan hasil rekaman dari Juru Pakir (Jukir) serta bukti penerimaan dana parkir.
Walikota Ramlan Nurmatihanya menjawab dengan singkat, “Nanti akan saya panggil (UPTD) nya,” ungkapnya pada wartawan.
Kegiatan Parkir Terminal Simpang Aua yang diduga in comenya “Patah dua” “ fifty-Fifty” untuk satu kali parkir dikutip 1 jam per Rp 2.000 dengan jumlah kendaraan yang parkir untuk satu baris 60 unit dikali lima baris x Rp 2.000.
Namun saat disetorkan dari juru parkir untuk hari Rabu dan Sabtu meski mencapai Rp 1 juta bahkan lebih, tapi yang disetorkan hanya Rp 600 ribu, begitu juga hari biasanya Jukir setorkan 700-800 ribu ke UPTD, terbukti besar setoran yang dikirim ke bendaharawan penerimaan di Kantor Dishub berkisar 420 ribu sampai 460,000,
Jika begitu sangat ironi sikap dan prilaku oknum UPTD diduga “Main patah dua” setoran parkir, itu pun baru satu titik parkir, sedangkan jumlah titik parkir se Kota Bukittinggi sebanyak 21 titik parkir.
Hasil investigasi dengan Jukir sebut “Arr” selalu setorkan dana parkir penuh dan tidak ada terjadi penyunatan.
“Buat apa saya lakukan yang tidak benar saya tidak mau bukan sok nya bersih, tapi saya sudah digaji Walikota Rp 1.850.000 per bulannya sehingga tidak perlu lagi main kong kaling kong,” ungkapnya. ( Yet )

Categorised in:

No comment for UANG PAKIR DIDUGA DISUNAT

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *