Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BIDIK » SEKITAR 70 TENAGA MEDIS RSUD LANGSA TERANCAM DIKELUARKAN

SEKITAR 70 TENAGA MEDIS RSUD LANGSA TERANCAM DIKELUARKAN

(569 Views) Februari 2, 2017 8:32 pm | Published by | No comment

Maga
LANGSA -Pihak Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Langsa mengancam akan mengeluarkan puluhan tenga bakti (Magang-red) dari perawat dan bidan, meski mereka telah mengabdi selam 10 tahun.

“Sekitar 70 perawat dan bidan tenaga bakti, sekitar pukul 12:00 Wib dipanggil ke Lantai II Aula Intalasai Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Langsa, untuk menerima pengarahan dari Kepala Bidang Keperawatan Marsiah (Bunda),” ujar salah seorang perawat yang tidak mau disebutkan namanya, Kamis (2/2) sore

Panggilan itu mengagetkan, sampai terdengar bisik-bisikan kalangan perawat dan bidan senior maupun junior. Ketika para perawat dan bidan magang di RSUD Kota saat menuju ke Lantai II.

Sedikit muncul tanda tanya sesama tenaga magang “Ada apa ya sebenarnya?, sebanyak ini kita dipanggil, tanyak mereka terhadap sesama temannya,” begitu obrolan mereka terdengar.

Begitu dikumpul di ruangan terbuka RSUD Kota Langsa itu, hanya membahas kalau semua tenaga magang dipanggil ke ruang itu, ada penyampaian saat ini semua tenaga magang diminta untuk membuat surat permohonan, setiap bulan bersedia bekerja tidak dibayar jasanya, ucapan ini ditegaskan Kepala Bidang Keperawatan Marsiah yang biasa disapa (Bunda).

“Kalau sudah diminta kepada kami, silahkan bekerja tidak dibayar gaji sama saja pihak rumah sakit umum mengusir kami yang sudah mengabdi di rumah sakit ini ada yang hampir 6, 7 dan 9 tahun,” ujar mereka.

“Seharusnya pihak menajemen rumah sakit jangan semena-mena membuat kami mereka seharusnya memikir nasib kami yang sudah lama mengabdi untuk masa depan kami,” sambut salah seorang bidan lagi.

Menurut keterangan dari salah seorang perawat yang sudah mengabdi hampir 4 tahun di RSUD Kota Langsa itu mereka dipaksa untuk bekerja dan membua surat permohonan baru dan tidak akan menuntut jasanya.

“ Kami diperintahkan harus membuat surat permohonan setiap bulan, rapat tadi siang itu juga dihadiri Kabid keperawatan Marsiah, Komite Keperawatan M. Yahya Rangkuti, Kasubid Asuhan Keperawatan Elvina Dewi, Kasubid Etika Ayu Mulyana,” ungkap salah seorang bidan yang ikut dalam rapat tersebut.

Di tempat berbeda, Mantan Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Komisariat RSUD Kota Langsa Ns. Iskandar S.Kep melalui telpon genggamnya mengatakan , sangat menyayangkan ada aksi pemutusan tenaga magang terhadap adekadek yang sudah lama mengabdi tersebut

Dirinya meminta pihak DPRK dan unsur tekait lainnya segera turun tangan untuk menyesaikan konplik di RSUD Kota Langsa yang terus berlanjut, seharusnya pihak wakil rakyat, Plt Walikota Langsa jangan tinggal diam dalam persoalan ini harus ada tindakan untuk menyelamatkan kader-kader perawat dan bidan ini.

“Mereka ini jangan di bawah ke ranah politik, adek-adek ini masih ingin bekerja lebih baik mereka ini sangat santun sekali, jangan korbankan mereka. Semua pihak harus segera selamatkan perawat dan bidan yang akan dirumahkan ini,” kata Iskandar.

Diharpkannya, menajemen jangan semena-mena kepada mereka petugas medis pejabat Pemko diminta harus cepat tanggap dalam persolan ini. “ Jangan terulang lagi kasian adek-adek kita ini yang selama ini sudah bekerja dengan baik,” tukas Iskandar

Sementara Kabid Keperawatan RSUD Langsa Marsiah S.Km saat hendak dikomfirmasi media ini tidak bisa di temui, di telpon juga tidak ada jawaban, begitu juga pesan singkat yang dikirim ke nomor hand phonenya tidak ada jawaban.

Kemudian dicoba menghubungi Direktur RSUD Langsa dr Syarbaini Mkes dan Humasnya dr Helmiza juga tidak berada di RSUD Langsa begitu juga Hand Phonenya berulang kali dihubungi, namun sayangnya tidak aktif. (Hai)

Categorised in:

No comment for SEKITAR 70 TENAGA MEDIS RSUD LANGSA TERANCAM DIKELUARKAN

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *