Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » WARTA POLISI » Polisi tak Prediksi Demo Berujung Pembakaran Kantor DPRD Gowa

Polisi tak Prediksi Demo Berujung Pembakaran Kantor DPRD Gowa

(320 Views) September 26, 2016 6:35 pm | Published by | No comment

GOWA-Kapolda Sulsel Irjen Polisi Anton Charliyan, mendatangi gedung DPRD Gowa, setelah terjadinya aksi pembakaran gedung yang dilakukan massa.

img_20160926_183526
Dia meminta keluarga raja menginginkan Perda Lembaga Adat Daerah (LAD) dicabut dan pihak Pemkab Gowa untuk menahan diri, agar kejadian serupa tidak terulang.

Ia mengaku tidak mengira akan terjadi demonstrasi di gedung DPRD Gowa, karena izin aksi dari pihak kerajaan dan masyarakat peduli adat hari ini adalah di Balla Lompoa, istana raja Gowa, sehingga kekuatan pengamanan lebih terfokus di sana.

Izin aksi lain juga dengan tuntutan serupa yakni cabut Perda LAD hanya di gedung DPRD Sulsel dan di bawah jembatan fly over di Makassar, tidak ada penyampaian demonstrasi di gedung DPRD Gowa. Makanya anggota bingung karena tiba-tiba ada demo hingga berujung perusakan dan pembakaran.

img_20160926_183531
“Saya merasa prihatin. Olehnya saya minta agar kedua belah pihak untuk menahan diri sebagaimana kesepakatan awal sejak masing-masing pihak melapor ke polisi. Saya takut ada pihak ketiga yang bermain makanya polisi dalam hal ini berdiri di posisi netral dan akan tegakka hukum,” kata Anton, Senin (26/9).

Pasca kejadian ini, pihaknya memaksimalkan kekuatan pengamanan di istana raja Balla Lompoa, DPRD Gowa dan titik-titik lain yang dinilai potensial. “Satu kompi personel Sabhara dan satu kompi personel Brimob kita tempatkan di Gowa. Belum termasuk personel pengamanan tertutup,” terangnya (mdk/cob/mc)

Categorised in:

No comment for Polisi tak Prediksi Demo Berujung Pembakaran Kantor DPRD Gowa

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *