Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BERITA » PETANI BAWANG MERAH DI PALUTA  BUTUH PERHATIAN PEMERINTAH

PETANI BAWANG MERAH DI PALUTA  BUTUH PERHATIAN PEMERINTAH

(47 Views) Januari 13, 2020 11:27 pm | Published by | No comment

1578932316147 1578932308483

Padang Lawas Utara – Masyarakat petani Bawang Merah (Allium Cefa L) sudah mulai melakukan pengelolaan lahan tanah, guna untuk melakukan penanaman bawang merah.

Pengelolaan lahan tampak dengan cara mencangkul (Manual) dilakukan dalam dua tahapan.

Tahap pertama dengan cara mencangkul kasar dan tahap kedua dengan cara pemecahan bongkahan tanah.

Kedua tahapan ini, dengan tujuan untuk menghaluskan atau menggemburkan tanah, sekaligus juga membentuk bedengan agar nanti mudah dalam tahap penanaman bawang merah tersebut.

Masyarakat Petani Bawang Merah (Allium Cefa L) Desa Pasar Matanggor, Kecamatan Batang Onang Kabupaten Padang Lawas Utara (Palut) dalam membudidayakan Bawang Merah tersebut masih dalam pola yang sangat sederhana (apa adanya).

Selain perlengkapan dan peralatan yang serba sederhana, juga ilmu tentang budi daya Bawang Merah masih dalam tingkatkan sederhana juga.

Hal tersebut sangat membuat masyarakat petani bawang merah (Allium Cefa L) di Desa Pasar Matanggor tidak berani seratus persen untuk menggeluti Budi daya tanaman Bawang Merah

“Kami tidak berani seratus persen untuk menggeluti Budi daya tanaman Bawang Merah,” ucap Tina Br Regar sebagai mentor beberapa orang ibu petani bawang merah di Lahan Bawang Merah mereka, Sabtu (11/01/2020)

Kalau tentang sukanya, ketika pada saat pasca panen, karena pada fase ini petani bawang merah sudah menerima hasil jerih payah budi daya tanaman Bawang Merah.

Seperti pada saat panen perdana tahun 2018 yang lalu produksi satu ton, dengan harga pasar pada saat itu adalah Rp20.000/Kg, dari luasan lebih kurang seperempat Hektare dan bibit bawang 50 Kg.

“Jadi hasil yang diperoleh yaitu senilai Rp 20 Juta, sedangkan biaya produksi (saprodi) Senilai lebih kurang Rp 5 Juta. “Jadi hasil bersihnya adalah sekitar Rp. 15 juta selama 60 hari (2 Bulan), maka penghasilan budidaya bawang merah perbulan rata rata Rp 5 – 7 juta,” jelas Br Regar

Sedangkan produksi terakhir pada akhir tahun 2019 yaitu bulan Desember 2019 yaitu 500 Kg (0,5 ton) dengan harga pasar Rp.25.000/Kg.

Adapun kendala yang dialami masyarakat petani bawang merah Desa Pasar Mattanggor belum memiliki data-data informasi yang akurat tentang Ph tanah, musim/waktu tanam yang tepat, volume curah hujan, jenis pupuk, pengendalian hama dan penyakit, pemasaran pasca panen.

Untuk itulah harapan dia dan masyarakat petani bawang merah Desa Pasar Matanggor sangat mengharapkan perhatian Pemkab Paluta, Kepala Dinas Pertanian supaya lebih serius dan fokus membina masyarakat petani Bawang Merah Desa Pasar Matanggor.

” Umumnya masyarakat petani Bawang Merah se Kecamatan Batang Onang Kabupaten Paluta,” ungkas Br Regar mengakhiri.

(Mauliddar Siregar)

Categorised in: ,

No comment for PETANI BAWANG MERAH DI PALUTA  BUTUH PERHATIAN PEMERINTAH

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *