Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » WISATA » Permainan Tradisional “Kuda Kepang” di Pawan-Rohul, Unik dan Butuh Pelestarian

Permainan Tradisional “Kuda Kepang” di Pawan-Rohul, Unik dan Butuh Pelestarian

(1808 Views) Maret 27, 2016 12:35 pm | Published by | 1 Comment

ROKAN HULU-Permain usia anak-anak sampai remaja di Huta Pawan, Desa Rambah Tengah Hulu (RTH), Kecaamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), terlihat sangat unik dan butuh pelestarian dari masyarakat serta dorongan pemerintah untuk pembinaannya.

IMG_20160327_123152

“Kuda Kepang” di Pawan, sangat berbeda dengan Kuda Kepang ala pulau jawa yang terbuat dari bambu dianyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda.

Tapi Kuda Kepang di Pawan itu, bagian kepala anak-anak dibalut pakai kulit pohon Enau atau biasa dikenal dengan “Ijuk” berwarna hitam, kemudian tubuh dibalut pakai daun-daun Pakis atau bahasa tempatan dikenal dengan Pahu.

Awalnya, ini dipergunakan untuk penyamaran ketika perang gerilya di Zaman Belanda, sehingga musuh tidak mengenalinya, sebab tubuhnya dipenuhi dedaunan dan bagian kepala ditutup dengan kulit pohon Enau.

Tapi setelah masa peperangan usai, itu tetap lestari tapi hanya dipergunakan untuk arena hiburan anak-anak di saat-saat lebaran Idul Fitri, mereka berjalan mengelilingi kampung dengan menyalami masyarakat yang secara kebetulan nanti berdiri di pinggir jalan.

Namun bagi anak-anak kecil anak menertawakannya, cuma ada juga anak-anak yang ketakutan dan sampai menangis sekuat-kuatnya jika melihatnya, karena tampang memang agak seram dan menakutkan.

Pada akhir-akhir, karena huta Pawan, ini banyak potensi obyek wisata, anak-anak ini pun muncul kembali, untuk menghibur para wistawan yang berdatangan, sebagaian para pengunjung karena terhibur dengan keberadaannya tak segan-segan mereka merogohkan kocek antara Rp 5 ribu sampai Rp 20 ribu.

Salah seorang Pengunjung, Amir, mengatakan dirinya sangat terhibur dengan keberadaan anak-anak itu, sebab mereka punya tarian sendiri, mereka pun unik dan kreatif, apalagi itu mereka buat sendiri.

“Saya sangat terhibur melihatnya, apalagi mereka lucu-lucu, maunya pemerintah melestarikan dan membuat pembinaan dengan membentuk kelompoknya, karena ini termasuk kakayaan seni dan budaya bangsa kita,” sebut Amir yang mengaku warga Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Di tempat yang sama, Tokoh Masyarakat Pawan, Sahuri Hasibuan, menjelaskan kalau permainan merupakan tradisi di kalangan anak-anak. “Ini sudah lama pak di Zaman Belanda lagi ini sudah ada, tapi ya selama belum ada pembinan, hanya anak-anak itu suka memainkannya,” ungkapnya, Minggu (27/3).

Lanjutnya, permainan ini selain ada nilai seninya, juga terkadung nilai pendidikan sebab anak bisa aktif dan kreatif, termasuk ada sesi positifnya yang kemandirian anak akan muncul sendiri. “Memang perlu pembinaan dan pelestarian dari pemerintah, karena benar-benar asli permainan tradisional dari kampung kita sendiri,” tutupnya.

Categorised in:

1 Komentar for Permainan Tradisional “Kuda Kepang” di Pawan-Rohul, Unik dan Butuh Pelestarian

  • Iyan Pcb mengatakan:

    bener bener berbeda dengan kuda lumping di jawa yah, cara seperti ini nih yang perlu di publikasikan.. “Kuda kepang khas Pawan-Rohul” Bahwa indonesia punya beragam ke unikan.

    Oya apakah tarian kuda lumping di Pawan-Rohul juga ada semacam kesurupan kesurupan nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *