Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BERITA » PENEGAKAN DISIPLIN ASN DI PALAS DINILAI LEMAH

PENEGAKAN DISIPLIN ASN DI PALAS DINILAI LEMAH

(381 Views) Januari 23, 2017 8:52 pm | Published by | No comment

ANSOR-HARAHAP
PALAS-Penegakan disiplin untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), masih sangat minim di Kabu¬paten Padanglawas (Palas), mendapat tanggapan dari Direktur Lingkar Studi Pembangunan (LSP) Sumatera Utara, Ansor Harahap (23/1).
Menurutnya, banyaknya pegawai tidak mematuhi disiplin aparatur sebagaimana dalam UU Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN menandakan kualitasnya relatif buruk. Kualitas yang dimaksud tidak hanya menyangkut pemahaman akan tugas kerja. Tetapi penghayatan terhadap dasar-dasar berbangsa dan bernegara, juga buruk menyebabkan tanggungjawab rendah.
Padahal, salah satu variabel penting untuk mencapai tujuan nasional dan tujuan pemerintahan daerah diperlukan kedisiplinan dan tanggungjawab aparatur dalam menjalankan amanah. Diperlukan aparatur yang bermental baik, berdaya guna dan berhasil guna, berkualitas tinggi, mempunyai kesadaran tinggi akan akan tanggung jawabnya sebagai aparatur negara, abdi negara, serta abdi masyarakat.
“Salah satu indikasi rendahnya kualitas ASN Daerah, khususnya di Palas, banyak pelanggaran disiplin dilakukan ASN, mereka tidak menghayati filosofis berbangsa dan bernegara dalam sebagai ASN, menandakan mentalnya buruk,” kata Ansor Harahap.
Lanjut Dia, pelanggaran terjadi, karena pengawasan, pembinaan dan penindakan belum optimal, padahal pelanggaran cenderung dilakukan berulang dan massal, jadi hal itu seyogianya dilakukan secara periodik sebagaimana dalam aturan.
Namun, kenyataannya, tidak dilakukan secara serius dan pada umumnya setelah diberi teguran atau peringatan pertama, lanjut peringatan kedua, tapi kemudian kembali ke peringatan pertama lagi. Seharusnya penindakannya harus memberi efek jera dan membuat aparatur shock
“Semestinya aparatur yang melanggar dihukum lebih berat, misalnya skorsing, mutasi, sampai pemecatan, jika sanksi yang di jatuhkan tegas dan berat pasti ASN tidak akan berani membolos, tidak masuk kerja tanpa keterangan. Sebab, tidak mudah menjadi ASN, pasti mereka takut dipecat jika aturan dijalankan tanpa pilih kasih” ujarnya.
Selain itu, menurut Ansor, terjadinya pelanggaran disiplin secara terus menerus disebabkan indikator kinerja tidak dijalankan dengan sungguh-sungguh. Bahwa kalau indikator kinerja tersebut jalan, maka disiplin aparatur lebih terkendali.
Justru dia menduga Sasaran Kerja Pegawai (SKP) yang selama ini dilaporkan tiap bulan dan tiap tahun penuh rekayasa. Bahwa setiap aparatur diharuskan menyampaikan realisasi kerja setiap bulan yang disampaikan dan ditandatangani pejabat penilai di masing-masing SKPD atau unit kerja.
“Kita menduga laporan SKP aparatur di Palas banyak yang bohong alias tidak sesuai fakta lapangan, mereka melaporkan pekerjaan yang tidak mereka lakukan atau tidak sesuai dengan volume atau bobot kerja yang sesungguhnya, lagi-lagi ini bukti mental yang buruk,” tandasnya.
Namun, menurut Ansor, pelanggaran disiplin aparatur tidak semata-mata disebabkan faktor-faktor di atas. Bahwa salah satu faktor pokok terjadinya pelanggaran yang meluas dan terus menerus disebabkan kepemimpinan Palas dalam hal ini Bupati Ali Sutan Harahap yang dianggap lemah.
Efek dan pengaruh kepemimpinan Bupati TSO terhadap disiplin aparatur dinilai masih bergantung pada kehadiran fisiknya di Palas. Ketika bupati tidak di lokasi, aparatur merasa bebas melakukan pelanggaran. Hal ini juga menandakan kepemimpinan yang kuat belum mengalir di lingkungan SKPD.
“Kita menilai penyakit birokrat ini tidak semata-mata, karena kepribadian atau mental aparatur,indikator kinerjanya tidak jelas, tetapi faktor kepemimpinan TSO yang lemah juga memberi dampak negatif, bagaimana bawahan disiplin kalau pemimpinnya saja tidak memberi contoh, saya mendengar TSO juga tidak disiplin,” tukasnya.
“Beliau sering tidak di Palas dan sering tidak masuk kantor kalaupun di Palas, kinerjanya juga dibawah rata-rata, kesimpulannya ini merupakan kegagalan TSO, dia tidak menghayati disiplin aparatur adalah gambaran pencapaian visi-mis Palas” imbuhnya. (maulana Syafii)

Categorised in:

No comment for PENEGAKAN DISIPLIN ASN DI PALAS DINILAI LEMAH

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *