Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BERITA » Pemkab Palas Diminta Tegas Soal Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Pemkab Palas Diminta Tegas Soal Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

(386 Views) Mei 23, 2016 10:33 pm | Published by | No comment

PALAS- Sejumlah masyarakat petani yang tergabung dalam beberapa kelompok tani (poktan) di Kabupaten Palas mengaku, sampai saat ini masih kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi dari kios yang ada. Para petani di daerah ini meminta sikap tegas dari Pemkab Palas terkait kelangkaan pupuk tersebut.IMG_20160523_223545
Beberapa petani di Kecamatan Barumun yang tak ingin disebutkan, Senin (23/5) mengatakan, “Saya sudah beberapa kali mendatangi kios pupuk, namun pemilik kios mengatakan stok pupuk sedang kosong karena terlambat pengiriman dari pusat. Saat ini, sulit sekali mendapatkan pupuk, kalaupun ada pasti harganya agak mahal,” ujarnya.

“Tapi, ya mau bagaimana lagi, terpaksa tetap saja saya harus beli pupuk, karna padi kami saat ini sangat membutuhkan pupuk, eh…malah pupuk bersubsidinya tidak ada mas. Terpaksa juga saya harus membeli pupuk non subsidi yang harganya mahal. Persoalan ini harus segera disikapi oleh Pemkab Palas, dong,” keluhnya.

Senada itu, Ketua Gapoktan Jaya Muda, Desa Pasir Jae, Kecamatan Sosa, Tarmizi Pasaribu menyatakan, selama mengelola lahan pertanian pihaknya belum pernah menggunakan atau berkesempatan menggunakan pupuk bersubsidi. Dikarenakan, pupuk subsidi dari pemerintah itu sulit ditemukan di tempatnya.

“Kami gak pernah pakai pupuk bersubsidi, karena sulit mendapatkannya di sini. Jadi, selama ini kami hanya menggunakan pupuk non subsidi untuk pemupukan tanaman padi, jagung dan kedele kami. Mau gimana lagi, soalnya tanaman kami juga butuh dipupuk, kan,” tegasnya.

Sebelumnya, Kabag Ekonomi Pemkab Palas, Gempur Nasution, melalui Kasubbag Perekonomian, Idrisman Mandefa, mengatakan, Pemkab Palas melalui Diskoperindag Palas dan Bagian Perekonomian

Setdakab Palas dan KP3 (Komisi pengawasan pupuk dan pestisida), saat ini tengah mengawasi sejumlah distributor dan meminta laporan pendistribusian pupuk subsidi kepada masyarakat maupun kelompok tani di Palas.

“Memang, sudah hampir satu tahun ini, Pemkab Palas belum menerima laporan tertulis maupun lisan dari distributor pupuk bersubsidi. Kita tidak tahu kenapa bisa seperti ini. Tapi, kita sudah berkordinasi dengan instansi terkait untuk segera mengambil langkah menyikapi kelangkaan pupuk di masyarakat,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Distan Palas, Ir. H. Abdullah Nasution, menanggapi kelangkaan pupuk subsidi yang di alami petani, kepada mengatakan, keluhan petani adalah keluhan Distan. Selama ini, pupuk subsidi yang disalurkan untuk kebutuhan petani sudah sesuai dengan RDKK,” katanya.

Artinya, tambahnya, harus ditingkatkan sistem pengawasan distribusi pupuk subsidi ini lebih intensif dan terkordinasi. “Kita akan kordinasi dengan lintas instansi terkait, agar pasokan pupuk subsidi sesuai kebutuhan petani, penyaluran pupuk dapat tepat sasaran dan kepada pemilik kios untuk menjual pupuk subsidi kepada kelompok tani sesuai data RDK yang ada,” ucapnya.

“Dengan demikian bantuan alsintan yang telahkita salurkan dan pupuk bersubsidi ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh petani, dalam upaya meningkatkan swasembada pangan di daerah kita sesuai arahan Bupati Palas,” terangnya.

Ditempat lain, Kepala Diskoperindag Palas Khoiruddin Harahap melalui Kabid Perdagangan Dingin Rambe menyatakan, hampir setahun terakhir pihaknya juga belum mendapatkan laporan tertulis dari beberapa distributor pupuk subsidi di Palas.

“Iya, kita bersama tim kordinasi lintas instansi terkait akan segera turun untuk mengawasi distributor pupuk bersubsidi nakal. SPT-nya sudah disampaikan ke pimpinan tinggal menunggu SPT-nya turun. Sabar dulu ya, kita juga sudah berkali-kali ditelpon masyarakat dan petani soal pupuk ini,” tegasnya.

Menyikapi fenomena ini, Kesekretariatan Rumah Tani Indonesia (RTI) Sumut, Warsono, menyatakan, “Sistem pendistribusian pupuk subsidi melalui RDKK, seharusnya penerima pupuk subsidi sudah jelas nama dan alamatnya, mengapa petani masih saja sulit mendapatkan pupuk tersebut,” tanyanya.

“Apabila penyaluran pupuk dari distributor ke kios sesuai data dan disalurkan dengan baik kepada kelompok tani, kelangkaan pupuk subsudi tidak akan dialami petani. Kami menduga kuat, pemicu kelangkaan pupuk subsidi di sini, dikarenakan pemilik kios menjual pupuk subsidi ke petani di luar kelompok tani yang ditangani atau keluar desa dan kecamatan lain,” tukasnya.

“Bupati Palas H. Ali Sutan Harahap harus lebih serius menangani persoalan yang di alami petani saat ini, mengingat SK Bupati Palas nomor 520/90/KPTS/2015, tentang KP3 (Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida), dimana pada lampiran SK tertanggal 9 Maret 2015 itu disebutkan, Ketua Komisi dijabat oleh Sekdakab Palas. Kami menilai kinerja KP3 Palas belum optimal, agar Pemkab segera ambil tindakan tegas soal kelangkaan pupuk ini,” pungkasnya.‬

Categorised in:

No comment for Pemkab Palas Diminta Tegas Soal Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *