Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BIDIK » LAKI PROVINSI ACEH DESAK KEJATI TUNTASKAN KASUS PENGADAAN TANAH DI LANGSA

LAKI PROVINSI ACEH DESAK KEJATI TUNTASKAN KASUS PENGADAAN TANAH DI LANGSA

(275 Views) Februari 4, 2017 8:51 pm | Published by | No comment

KetuaLAKI Provinsi Aceh, Muhammad Abubakar
BANDA ACEH -Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Provinsi Aceh meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh untuk segera menuntaskan kasus dugaan gratifikasi (Mark-up) harga tanah, terindikasi kuat melibatkan dua Calon Kepala Daerah (Cakada) di Provinsi Aceh, kasusnya sudah berjalan hampir tiga tahun.

“ Hal ini, patut kita duga prosesnya sengaja dipetieskan oknum-oknum penegak hukum di Aceh, jika nanti ini tidak sampai ke Pengadilan, laki akan laporkan kasus ini ke KPK dan Kejagung di Jakarta,” kata KetuaLAKI Provinsi Aceh, Muhammad Abubakar, Sabtu (4/2).

Lanjutnya, dugaan gratifikasi dan mark-up terkait harga pengadaan tanah untuk pembangunan perumahan nelayan di Gampoeng Kapa kecamatan Langsa Timur kota Langsa, Aceh tidak terlepas dari tanggung jawan dua Cakada tersebut, keduanya dinilai merupakan aktor utama dalam kasus pengadaan tersebut, selain itu juga, banyak kalangan menilai proyek untuk pemukiman bagi nelayan sangat tidak layak, karena merupakan areal tambak yang jauh dari pemukiman penduduk.

“Kita memiliki data yang sangat akurat atas dugaan keterlibatan mereka berdua, kita harapkan pihak Kejati Aceh bisa segera mengumumkan ke publik siapa saja yang akan menjadi tersangka dalam kasus tersebut,” tulis Abubakar.

Pada tahun 2013 lalu, Pemko Langsa melalui dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Anggaran Pembelanjaan Aceh (APBA) melakukan pengadaan tanah untuk kawasan pemukiman nelayan di Gampoeng Kapa kecamatan Langsa Timur, kota Langsa menghabiskan anggaran Rp 7,3 Milyar.

“Untuk memuluskan aksinya diduga kedua Cakada tersebut, dibantu Sof (Pemilik/agen), M. Sy (Mantan sekda), Yul (Istri pejabat di Pemko Langsa) dan sejumlah nama lain juga ikut terlibat membantu, “ beber Abubakar.

Ada sejumlah nama sudah diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa sebagai saksi di antaranya R A (Mantan Kabag Pemerintahan), Fa (Mantan Camat Langsa Timur), Al (Asisten III Pemko Langsa) dan ZA (Gampoeng Kapa), terkait pembebasan dan pengadaan tambak ikan, sambungnya, untuk kawasan pembangunan perumahan nelayan. Dar Sofyanto dengan Akte Jual Beki (AJB) No 177/2010 tanggal 28/06/2010, No 036 tanggal 05/02/2010, No 025/2010 tanggal 25/01/2010, No 82/2010 tanggal 24/03/2010 dan Yulizar dengan AJB No 232/2013 tanggal 25/02/2013.

“Sedikitnya 20 orang saksi sudah di periksa Kejari Langsa di antaranya mantan Kakanwil BPN Aceh MS SH, M.Kn (Calon Bupati Aceh Tamiang 2017 – 2022), T D (Konsultan), M. S (Mantan Sekda Langsa), SM (KPA) Ir. I S (Mantan Kadis PU Langsa), Yul (agen/pemilik), Sof (Agen/pemilik), J A (Kades), Ag (Kepala BPN), Fa (Mantan Camat Langsa Timur), DA (Ketua Tim KJPP), BA (KJPP), HA (KJPP), IF (KJPP),” urainya.

“Pemeriksaan tersebut dibenarkanKasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa Dahnir SH, saat di temui di ruang kerjanya Rabu (1/2) dan membenarkan sejumlah nama, namun tidak merinci pemeriksaan tersebut,” pungkasnya ( aib ).

Categorised in:

No comment for LAKI PROVINSI ACEH DESAK KEJATI TUNTASKAN KASUS PENGADAAN TANAH DI LANGSA

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *