Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BERITA » Kuasa Hukum Dan LSM Penjara, Perjuangkan Nasib Eks Karyawan PT Arina Multikarya

Kuasa Hukum Dan LSM Penjara, Perjuangkan Nasib Eks Karyawan PT Arina Multikarya

(68 Views) Juni 19, 2020 7:43 pm | Published by | No comment

IMG-20200619-WA0284PEKANBARU – Kuasa hukum dari tiga mantan karyawan PT. Arina Multikarya Cabang Pekanbaru, Riris, Leris dan Ade Mariana, yakni Norma Sari Simangunsong, SH dan ketua DPD Riau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PENJARA, Kormaida Siboro, SH hari ini sambangi kantor cabang Perusahaan PT.Arina Multikarya di komplek Taman Mella Pekanbaru, Jumat (19/6/2020).

Dalam kunjungan tersebut, tampak 2 orang dari tiga eks karyawan, yakni Riris Rumondang dan Leris didampingi oleh Kormaida, SH dan Norma Sari, SH mempertanyakan perihal penyelesaian permasalahan antara perusahaan dengan mantan karyawan itu, sekaligus memenuhi panggilan perusahaan terhadap mantan karyawan tersebut, karena belakangan mantan karyawan tersebut dipanggil oleh perusahaan untuk hadir ke kantor.

,”Selain ingin melakukan Bipatrit, kita mendampingi Riris dan Leris guna memenuhi pemanggilan tersebut, dengan harapan ada solusi yang terbaik terhadap permasalahan-permasalan yang dialami oleh ketiga mantan karyawan yang merasa dirugikan ini, baik itu ijazahnya yang sudah rusak terbakar, BPJS nya yang tidak aktif, dan soal deposit yang belum selesai, “kata Kormaida selaku pendamping atas proses penyelesaian permasalahan.

Dalam pembicaraan yang sedang berjalan diruang kerja kepala cabang kantor PT. Arina Multikarya, Santi Br. Manurung, diketahui memberikan tanggapan yang tidak kooperatif dan mengakui tidak dapat melakukan pembicaraan terkait persoalan tersebut, tetapi harus menyampaikan sebelumnya kepada kuasa hukumnya di Surabaya, walaupun sebelumnya Santi Br. Manurung mengakui ia adalah pejabat tertinggi di cabang Pekanbaru. Hal itu spontan membuat Kormaida bernada tinggi, karena sikap Santi Manurung selaku kepala cabang PT. Arina Multikarya Cabang Pekanbaru terkesan tidak beritikad baik untuk melakukan Bipatrit.

,”Maaf, apakah ibu merupakan pejabat tertinggi di kantor cabang ini? Jika ia saya ingin berbicara terkait nasib ketiga mantan karyawan ini, dengan dasar surat kuasa yang telah saya terima, dan saya bersama adik-adik ini datang kemari untuk melakukan Bipatrit sesuai Undang-undang, bukan proses hukum,” jelas Kormida.

Namun pihak perusahaan melalui Santi Manurung justru menjawab, bahwa pembicaraan terkait perihal pemanggilan perusahaan atas ketiga mantan karyawan itu harus melalui kuasa hukumnya di Surabaya.

,”Jika ada hal yang ingin dibicarakan terkait ini saya koordinasi dahulu dengan kuasa hukum kami di Surabaya Bu,” katanya.

Hal itu langsung direspon oleh ketua LSM PENJARA, Kormaida, SH dengan mengatakan bahwa terkait kedatangannya adalah untuk melakukan Bipartit sebagai langkah awal dalam proses penyelesaian, bukan proses hukum.

,”Kami sebagai yang menerima kuasa untuk penyelesaian permasalahan ini kemari bukan untuk dalam rangka proses hukum, tetapi untuk proses Bipartit antara perusahaan dengan mantan karyawan, sebagaimana diatur dalam undang-undang, jadi kami ingin berkomunikasi langsung dengan pihak perusahaan,” kata Kormaida.

Hal yang dipertanyakan oleh kuasa ketua LSM PENJARA, Kormaida, SH terkait penyelesaian permasalahan kebakaran ijazah, BPJS dan adanya deposit karyawan sebesar Rp. 400.000/bulan yang disetor karyawan kepada perusahaan di awal bergabung bekerja selama 4 bulan berturut-turut.

Diketahui dari liputan langsung awak media atas pembicaraan yang sedang berlangsung di Kantor cabang PT. Arina Multikarya Cabang Pekanbaru antara ketua LSM PENJARA, Kormaida, SH dengan dua mantan karyawan, Riris dan Leris disaksikan oleh Santi Manurung selaku pimpinan cabang Perusahaan itu, bahwa ternyata selama bekerja Riris dan Leris dipekerjakan sebagai sales sebuah produk minuman susu kemasan sucset dengan menggunakan sepeda motor mengangkut barang secara tidak wajar, dan bekerja sejak pukul 08.00 hingga pukul 16.00 wib, sebagaimana disampaikan oleh Riris dan Leris dihadapan kepala cabang PT. Arina Multikarya Cabang Pekanbaru, Santi Manurung.

,”Kami bekerja disini sangat beresiko, khususnya di lapangan karena selaku karyawan wanita kami harus mengangkut barang berkarton-karton sampai 4 karton dengan menggunakan sepeda motor, dan tidak jarang kami mengalami hampir terjatuh karena muatan yang kami bawa sudah melebihi batas maksimum angkutan motor,” kata Riris dan Leris.

Nmaun salah satu mantan karyawan tersebut, Riris, sempat menangis saat dirinya mengenang semua sikap perusahaan tatkala ia mengalami penyakit keguguran kandungan dan ditolak oleh pihak BPJS dengan alasan kartu BPJS kesehatan Riris tidak aktif, sekalipun gajinya selalu dipotong oleh perusahaan sebagai iuran untuk biaya BPJS, namun pihak perusahaan bukan membantu, melainkan justru meminta Riris membiayai perobatannya secara mandiri.

,”Saya sangat terpukul dan sangat kecewa dengan posisi saya bertaruh nyawa menahankan rasa sakit karena keguguran, namun ditolak BPJS dengan alasan kartu saya tidak aktif, sementara Perusahaan tidak ada kebijakan, malahan meminta saya untuk biaya sendiri, sementara keuangan keluarga saya dalam posisi sulit,” terang Riris.

Dari pertemuan Bipatrit kali ini antara mantan karyawan dengan perusahaan sempat terjadi ketegangan antara kepala cabang PT. Arina Multikarya, Santi Manurung dengan pihak karyawan yang dikuasakan kepada ketua DPD LSM Penjara, Kormaida, SH sehubungan perbedaan pendapat, namun atas keterangan yang diberikan oleh Kormaida kepada Santi Manurung, akhirnya keadaan dapat berjalan dengan kooperatif.

Diakhir acara Bipatrit, pihak perusahaan bersedia untuk mengembalikan dana yang telah dikeluarkan oleh Riris Rumondang untuk biaya perobatan sebesar Rp. 1.800.000 dan sisa deposit sebesar Rp. 700.000 ditambah dengan sisa gaji pokok sebesar Rp. 1.439.000, yang masih ditahan selama ini. Sementara terkait permasalahan kebakaran Ijazah menurut Kormaida penyelesaiannya akan dilakukan melalui dinas tenaga kerja ( Tripatrit ) yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 23/6/2020.

,”Jadi tujuan kedatangan kami ke kantor cabang Perusahaan ini adalah untuk melakukan penyelesaian secara dua pihak sesuai dengan Undang-undang, ( Bipatrit ) dengan harapan ada solusi yang terbaik bagi perusahaan dan beberapa mantan karyawan ini, terkait permasalahan kebakaran Ijazah, soal BPJS dan Deposit karyawan yang dilakukan di awal bergabung di perusahaan ini, tetapi nampaknya pihak perusahaan berkeras dan tidak bersedia hari ini untuk memberikan solusi, sehingga pilihan selanjutnya adalah kita harus Tripatrit di Dinas tenaga kerja,” lanjut Kormaida.

Menurutnya, dari semua permasalahan itu, jika tidak ada jalan keluar terbaik dari perusahaan, pihaknya akan melaporkan perihal itu ke Polda Riau, terkait pembohongan yang dilakukan oleh Santi Manurung selaku kepala cabang PT. Arina Multikarya Cabang Pekanbaru, yang pada awal bergabungnya karyawan, menahan ijazah karyawannya dengan berjanji akan menyimpan semua ijazah tersebut di Bank, namun seperti diketahui saat terjadi musibah kebakaran pada tahun 2019 lalu, ternyata ijazah karyawan justru disimpan di kantor perusahaan itu yang konon turut terbakar.

****

Categorised in: , ,

No comment for Kuasa Hukum Dan LSM Penjara, Perjuangkan Nasib Eks Karyawan PT Arina Multikarya

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *