Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BERITA » Kondisi Jalan Buruk, Picu Kenaikan Ongkos Angkut TBS Sawit

Kondisi Jalan Buruk, Picu Kenaikan Ongkos Angkut TBS Sawit

(539 Views) Februari 14, 2016 5:54 pm | Published by | No comment

PALAS-Kenaikan harga jual tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani di daerah Kabupaten Palas dalam sepekan terakhir, yakni sebesar Rp. 1.450 perkilonya, dirasakan belum sebanding dengan kondisi produksi buah sawit yang kini sedang musim trek atau menurun dan ditambah biaya ongkos angkut sawit yang tinggi, akibat buruknya kondisi jalan yang dilalui produk komoditas ekspor itu.

Inilah pil pahit yang harus ditelan oleh para petani sawit yang berdomisili di lima desa, yakni Desa Tanjung Ale, PIR Trans Sosa 1A, PIR Trans Sosa 1B, Sigala-gala dan warga di Desa Simangambat Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi). Dimana karena kondisi badan jalan sepanjang sekitar 15 kilometer di kelima desa ini yang cukup buruk, membuat ongkos angkut TBS sawit petani di sini mahal, yakni sebesar Rp. 250 perkilonya.

“Begitulah pak, kondisi dan keadaan kami di sini. Hasil sawit turun, kondisi jalan belum juga bagus, akibatnya ongkos angkutan sawitnya pun jadi mahal. Bagaimana petani di sini akan mampu membeli pupuk untuk sawitnya bila begini keadaannya,” keluh Syamsuddin Barasa, satu warga setempat, Minggu (14/2).

“Padahal di tempat kami ini ada ribuan hektare lahan sawit milik warga masyarakat yang sudah panen. Sementara, jalan terus alami kerusakan karena beban tonase yang setiap harinya melintasi jalan terus bertambah berat. Kami sudah pernah perbaiki jalan secara swadaya, tapi seberapa lah kemampuan masyarakat,” tambahnya.

Senada, Zulkifli Nasution, satu warga Tanjung Ale menyebutkan, selain badan jalan yang perlu dikeraskan, untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih buruk lagi, seharusnya pada sisi jalan dibuat aliran parit, agar air hujan tidak terkumpul di tengah badan jalan.

“Faktor utama kerusakan badan jalan ini saya pikir, karena tidak ada aliran paritnya. Sehingga air hujan terkumpul di tengah badan jalan dan membuat kubangan yang cukup dalam. Tengoklah dalamnya lebih setengah meter,” ujarnya.

Menurutnya, dengan kondisi badan yang buruk seperti ini, tentulah biaya atau ongkos angkut hasil pertanian masyarakat setempat akan tinggi. Misalnya ongkos angkut sawit hingga sebesar Rp. 250 perkilonya. Selain itu, harga-harga kebutuhan hidup masyarakat juga tidak murah di sini, mengingat keadaan jalannya yang begitu buruk.

Oleh sebab itu, warga masyarakat di sini sangat berharap kepada pemerintah daerah setempat agar memberikan perhatian dan kepedulian untuk dapat segera memperbaiki jalan dan membuat saluran paritnya sehingga air hujan yang turun bisa mengalir dan tidak menciptakan kubangan baru di badan jalan.(Maulana Syafii)-

Categorised in:

No comment for Kondisi Jalan Buruk, Picu Kenaikan Ongkos Angkut TBS Sawit

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *