Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BERITA » Ketua Tariqat Naqsabandiya Rohul, Berharap Eksistensi Negeri Seribu Suluk Bisa Kembali Mengukir Prestasi

Ketua Tariqat Naqsabandiya Rohul, Berharap Eksistensi Negeri Seribu Suluk Bisa Kembali Mengukir Prestasi

(557 Views) Juni 17, 2016 9:14 pm | Published by | No comment

ROKAN HULU-Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dijuluki sebagai negeri seribu suluk, sebab dahulu kala, Allah Aza Wazzalla telah melahirkan tokoh-tokoh tasauf yang kewarakan dan karomahnya sangat laur biasa, tidak hanya dikenal dalam konteks Nasional, bahkan Asia dan internasional
IMG_20160617_235645
Ketua Tariqot Naqsyabandiyah Kabupaten Rohul, Ade Irwan Hudaya bergelar Khalifah Tongku Mudo menjelaskan, Jumat (17/6), katakan sajalah, Syekh Abdul Wahab Rokan, Syekh Ismail dan syekh-syekh lainnya, mereka mendapat ilmu hikmah, karena belajar ilmu tasauf dan dekat Allah, jadi kedepan ini, ketokohan mereka seharusnya tidak hanya kenanangan semata, seharusnya bisa mengambil iktibar dan pelajaran, sehingga secara subtansi Rohul memang pantas mengemban julukan Negeri Seribu Suluk.

Komitmen Pemkab Rohul saat ini pantas diajukan jempol, karena Pak Suparman Bupati dan Sukiman kini Plt Bupati Rohul, belum beberapa hari aktif menjabat sudah melantik kepengurusan tariqat Naqsyabandiyah itu pertanda kalau pemerintah saat ini ingin memberikan kontribusi dan peran aktif pada ulama dalam membangun daerah ini.

Bahkan Pemerintah sudah akan memberikan kebebasan sepenuhnya kepada para ulama untuk kembali ke khittahnya, menekuni ajaran tasauf dengan melakukan bimbingan kepada jamaah serta masyarakat yang ingin bergabung dengan ajaran tasauf ini.

“Jadi para mursidin yang dimulikan Allah SWT, perlu kita secara bersama-sama berkontribusi aktif di tengah-tengah masyarakat, sehingga kita harapkan kedepannya akan lahir kembali putra-putra Rohul yang warak dekat dengan Allah memiliki karomah yang dikenal tidak hanya ditingkat regional dan nasional, bahkan Asia,” urainya.

“Kalau kita Ikhlas menjalankan ajaran tasauf ini bukan tidak mungkin di Negeri berjuluk Seribu Suluk akan lahir lagi manusia-manusia keramat yang doanya dimakbulkan Allah SWT, jelas dan dadi diharapkan identitas atau jati diri masyarakat Rohul dan pada tataran fakta dan realita julukan negeri seribu suluk dapat di terima secara luas masyarakat, baik dalam maupun luar daerah‬

Kemudian dengan banyak di Rohul orang-orang yang warak dan taat kepada Allah, implikasinya tentu negeri kita ini mendapat ridha dari Allah yang maha segalanya sebagai Negeri yang Baldatun Tayyibah Warobbun Ghofur.

‪Adapun suatu rumusan tentang pengertian julukan negri seribu suluk sangatlah diperlukan agar terwujud kesamaan pandang dan pemahaman di kalangan masyarakat mengenai makna julukan tersebut.‬

‪Ketika berbicara Ilmu thasauf, thariqat ilmu suluk sesuai al quran dan hadist yang diteruskan pengamalannya sejak zaman, nabi muhammad saw, para sahabat, para tabig-tabingin sampai dengan zaman sekarang ini.

“Saya Yakin dan percaya jika bersangkautan dengan amalan dan sirohnya suluk ini, banyak tuan-tuan guru yang lebih matang menguraikan ini pada muridnya dan masyarakat,” urainya dan menerangkan dalam tataran ilmu tasauf dan suluk tidak mengenal yang namanya status ekonomi, pangkat dan jabatan, sebab hadits nabi muhammad SAW mengatakan : Innalloha Layanjuru Ila Azasami kum Waila Suwarikum, Walakin Yanjuru fi Kulubikum wa Akmalukum

“Sesungguhnya Allah tidak melihat dan memandang kepada perawakan status ekonomi dan pakaian kamu atau pangkat dan jabatan, tapi akan melihat hati kamu dan perbuatan kamu,”

Jadi bebicara mengenai Suluk itu makanannya hati, hati itu mengeluarkan rasa, jadi ajaran Suluk ini termasuk salah satu jalan untuk merasakan manis iman, manis ketika berkasih-kasih dengan Allah dan dekat dengan Allah yang maha perkasa dan bijaksana.

Yakinlah dan percayalah sesuai dengan Firman Allah Innolla Ala Qulli Saiin qodir “Sesungguh Allah Kuasa atas segala Sesuatu”

Jadi, karena kedekatan para tuan guru dan para mursyidin yang dimulikan Allah, dengan Allah Azza Wazalla, air tawajuh bisa dibawa murid-murid dari luar daerah sebagai oleh-oleh untuk obat-obatan, sehingga murid yang datang ke Rohul ini mereka pulang membawa sesuatu oleh-oleh meskipun itu air tapi sudah ada karomah dan keberkahan dari dizkir dibacakan para yang dimulikan Allah.

“Amin Ya Allah, ya Rahman Ya Aziz, Ya Qodir, Ya Azim, sesungguh Allah maha di atas segala-galanya, semoga dengan doa yang makbul dari para tuan guru mendatang kebaikan kepada semua hamba-hamba Allah,” tuturnya

“Para tuan guru-guru yang dimulikan Allah, mari sama-sama kita pupuk dan kita kembangkan suluk itu di Rohul, mari kita hormati para tuan-tuan guru yang telah mengharumkan nama daerah ini dan menjadikan daerah bergalar Negri Seribu Suluk,” ucapnya dan dalam suluk ada dikenal dengan hadap, sebab nabi Muhammad SAW bersabada: Al Ulama warosatul Ambiya “Ulama itu Pewaris Nabi” jadi kalau kita ingin mendapat keberkahan dalam menjalan suluk itu, taatlah kepada Allah dan rasulnya dan hormatilah guru-gurumu.

“Bagaimana cara kita memulikan dan menghormati para guru itu, yakni dengan mengamalkan ajaran yang disampaikannya, membacakan bacaan salawat serta bacaan-bacaan lain dan kita hadiahkan kepadanya, mendoakannya agar tetap mendapat ridha Allah, kemudian kita memuliakan dan menghormarti orang yang dekat dengannya termasuk sahabat-sahabatnya dan keturunannya,” ulasnya kembali.

“Jadi dengan menghubungkan silaturhami dengan para sahabat-sahabat guru dan keturunannya, kita harapkan keberkahan ilmu yang kita peroleh dari seorang mursyid-musyidin bisa memberikan karomah dan hikmah kepada kita,” jelasnya dan jadi di Rohul ini ada 5 kemah ajaran tasauf masing-masing kemah tentu punya sejarah dan kapan mereka berbuat untuk mengayomi masyarakat, saya yakin percaya para tuan-tuan guru mengatahui kami pengurusa hanya mengemban amanah saja. Mari kita muliakan mereka dan kita hormati mereka, sehingga kita mendapat keberkahan dari ilmu yang mereka ajarkan.

Mari sama-sama kita buat agenda untuk memuliakan dan menghormati mereka, antara kemah yang satu dengan yang lain dan guru yang dengan guru yang lain kita rajut kembali silaturrahmi dalam bingkai iman dan taqwa.

“Dengan begitu kalimat-kalimat kemualiaan dan pengangungan Allah selalu ada di Negeri Seribu Suluk ini, sehingga dengan dekatnya kita kepada Allah SWT, negeri kita pun bisa makmur sentosa,” pungkasnya

Categorised in:

No comment for Ketua Tariqat Naqsabandiya Rohul, Berharap Eksistensi Negeri Seribu Suluk Bisa Kembali Mengukir Prestasi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *