Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BIDIK » Keluarga Korban Kekejaman PT SSL Minta Dikaji Ulang Kembali Kesepakatan Perusahaan Dengan Masyarakat

Keluarga Korban Kekejaman PT SSL Minta Dikaji Ulang Kembali Kesepakatan Perusahaan Dengan Masyarakat

(440 Views) Juni 2, 2016 2:43 pm | Published by | No comment

ROKAN HULU-Mengingat peristiwa meninggalnya warga Desa Tanggun, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), akibat konflik dan kekejaman pihak managemen PT Sumatera Sylva Lestari (SLL), sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa beberapa waktu lalu.

IMG_20160602_145354
Di antaranya, 3 meninggal dunia, 1 luka berat dan 16 luka ringan, jadi masyarakat meminta kepada Pemkab Rohul, supaya hasil kesepakatan antara masyarakat dengan perusahaan, bisa dikaji ulang atau ditinjau kembali.

Tokoh Masyarakat Tangun, Sudirman Siregar di damping perwakilan keluarga korban meninggal dunia, Anjas, mengaku susah bagi masyarakat melupakan peristiwa tersebut, bahkan pilar batas kesepakatan lahan antara masyarakat dengan perusahaan dihadiri pihak pemerintah, juga dilanggar pihak perusahaan, padahal waktu sudah dilakukan pengkuran melalui Global Positioning System (GPS), milik pemerintah.

“Keluarga yang keberatan yakni korban meninggal dunia, Anjas, dari keberatan kesepakatan dalam peta lahan, Sudirman Siregar, mewakili korban luka-luka, M. Isah, mewakili tim 12 atau tim 9, Syanun Bhari, mewakili Ketua Kelompok Tani, Turmen Nasution dan anggota lainnya,” terang Sudirman Siregar yang juga Mantan Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Tangun.

Terangnya, masyarakat menduga pihak PT SSL telah ingkar janji terhadap kesepakatan sesuai Berita Acara Pertemuan Negoisasi ke VII PT SSL dengan masyarakat Tangun, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Rohul, pada hari Kamis Tanggal 14 Januari tahun 2010 di Kantor Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR)-Pekanbaru.

“Seperti pada pada poin 10
Tim Sembilan akan membicarakan tuntutan jaminan hidup terhadap keluarga yang meninggal dalam bentuk pembelian kebun kelapa sawit yang sudah berumur 1 tahun atau 2 tahun dengan pihak managamen PT SSL, kemudian poin 11 PT SSL dan masyarakat Tangun membentuk satuan pengamanan bersama guna untuk menjaga stuasi kondusif di lapangan, Satgas bersama tugasnya melakukan pengawasan di lahan yang disengketakan dan membuat laporan bersama apabila diperlukan.

Lanjut, Sudirman Siregar poin lain yang dilanggar lagi pada point 12 yakni berdasarkan pemetaan bersama yang dipimpin pihak Dinas Kehutanan (Dishut) Rohul pada Tanggal 16 November 2009 kedua belah pihak bersepakat bahwa areal yang disengketakan ada seluas 1010 hektar, sebagaimana tertuang dalam laporan peta peninjauan lapangan masyarakat Bangun Purba, PT SSL mediator dan Dishut Rohul.

“Kemudian pada poin 14 yaitu para pihak sepakat untuk saling menjaga agar stuasi di lapangan tetap kondusif dan tidak ada perambahan baru di luar lahan 1010 hektar,” tukas Sudirman.

Tambahnya, sudah enam tahun pihak perusahaan PT SSL tetap saja melakukan pelanggaran surat kesepakatan tersebut padahal sudah di tanda tangani, pada 26 Januari 2010, perwakilan masyarakat yakni Zainul Bahri, Marhenis, Syamsir Harahap, Arsit, H. Maradoli Nasution, Damri Siregar, M.Isa Hasibuan Sani Bako, Sudirman Siregar dan Zulkifli Arif.

“Sedangkan dari pihak PT SSL, AW Pohan, Ferdinan, Agus Gazali, Jupardi dan T Ardi Kurniawan diketahui mediator T Rafizal dan Ahmad Zazali, kemudian dari pihak pengamat Zulfikar Ahmad, Ali Husin Nasution, Saroha Lubis, Arif D dan Asril Astaman,” tutup Sudirman Siregar.

Kepada Pemkab Rohul, khususnya kepada Bupati Rohul, Suparman dan Wakil Bupati Rohul, Sukiman, diminta supaya segera melakukan pemanggilan terhadappihak Managemen PT SSL, sebab selama ini pihak perusahan terus melakukan pengrusakan lahan-lahan masyarakat. “Bahkan akhir-akhir pihak perusahaan sudah membuat baskem pengamanan di dalam areal 1010 hektar,” cetus Sudirman Siregar mengakhiri.

Tidak itu saja, diduga pihak perusahaan juga ada membakar gubuk-gubuk masyarakat. “Bahkan tanaman kami berupa kelapa sawit sudah besar-besar dan hampir berbuah tiba-tiba, kena racun dan kena rusak, kami berharap pemerintah supaya kasihan terhadap nasib kami,” tutupnya

Categorised in:

No comment for Keluarga Korban Kekejaman PT SSL Minta Dikaji Ulang Kembali Kesepakatan Perusahaan Dengan Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *