Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BERITA » FAUZIAH STAF HUMAS RSUD LANGSA TAK ADA KAPASITAS BOCORKAN REKAM MEDIS PASIEN

FAUZIAH STAF HUMAS RSUD LANGSA TAK ADA KAPASITAS BOCORKAN REKAM MEDIS PASIEN

(1885 Views) Mei 6, 2017 12:53 am | Published by | No comment
LANGSA ACEH-Berbagai pihak sangat menyayangkan sikap oknum Staf Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Langsa Fauziah ( ivo) diduga membocorkan rekam media pasien keluar apalagi ke media.
Tidak ada alasan pihak polisi untuk diam diri menyangkut kasus ini. “Kita mintak oknum pengawas honor ini segera diperiksa polisi dan menagemen RSUD Langsa, juga harus bertanggung jawab dalam kasus keluarnya berita rekam medis itu di beberapa media,”  ujar Dr Ramon Nofrial SH MH yang dikirim melalui relisnya Jumat (5/4) dari Semarang.
Menurut Ramon yang juga dosen Fakultas Hukum Universitas Samudra Langsa pihaknya sangat menyayangkan kasus ini terjadi, karena dengan keluarnya rekam medis itu keluarga korban yang sudah meninggal sangat malu dibuatkan oknum yang dinilai tidak bertanggung jawab di RSUD tersebut. “Pihak rumah sakit sudah melanggar undang-undang kesehatan yang seharusnya hal ini tidak boleh tejadi,” sebut Ramon.
Pihak penegak hukum harus bergerak cepat dalam kasus ini agar tidak terulang lagi kasus yang sama di RSUD Langsa. ” Karena sunah sakit ini adalah milik masyarakat Pemko Langsa bukan perusahaan milik pribadi,” ulas Ramon lagi
“Kita meminta pihak rumah sakit agar mengumumkan legalitas Fauziah yang bekerja di Staf Humas RSUD Langsa apakah dia Pengawai Negeri Sipil (PNS) atau honor sebagai apa tugasnya kenapa dokumen milik orang lain bisa dibeberkan keluar rumah sakit,”  tanya Ramon lagi.
Kerahasian rekam medis, ia harus dapat menceritakan dengan hati terbuka segala keluhan yang mengganggunya, baik bersifat jasmaniah maupun rohaniah dengan keyakinan bahwa hak itu berguna untuk menyembuhkan dirinya.
 Ia tidak boleh merasa khawatir bahwa segala sesuatu mengenai keadaannya akan disampaikan kepada orang lain, baik dokter maupun petugas kedokteran yang bekerja sama dengan dokter tersebut.
Lanjutnya, pasal   46   ayat   (1)   Undang-Undang   Nomor   29   Tahun   2004   tentang   Praktek Kedokteran menegaskan bahwa dokter dan dokter gigi wajib membuat rekam medis dalam   menjalankan   praktek   kedokteran.   Setelah   memberikan   pelayanan   praktikkedokteran   kepada   pasien,   dokter   dan   dokter   gigi   segera   melengkapi   rekam   medisdengan   mengisi   atau   menulis   semua   pelayanan   praktik   kedokteran   yang   telahdilakukannya.
 “Rekam   medis   merupakan   berkas   yang  berisi   catatan   dan   dokumententang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yangtelah   diberikan   kepada   pasien.   Rekam   medis   ditetapkan   dalam   Permenkes   Nomor269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis/Medical Record. Keberadaan rekammedis diperlukan dalam sarana pelayanan kesehatan, baik ditinjau dari segi pelaksanaanpraktek pelayanan kesehatan maupun dari aspek hukum,” bebernya.
Ketentuan   Pasal 51   Undang-Undang  Nomor  29  Tahun   2004  tentang praktekkedokteran memuat ketentuan kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang dokter ataudokter   gigi   dalam   melaksanakan   praktek   kedokteran,   pada  huruf   c  menyatakan kewajiban merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien, bahkan jugasetelah pasien itu meninggal dunia.
IMG-20170505-WA0065
Hak  atas rahasia medis  adalah  hak pasien  untuk meminta  agar  rahasia yangdiceritakan   kepada   dokter   tidak   diungkapkan   lebih   lanjut.   Namun   pasien   juga   bisamengizinkan sang dokter  untuk mengungkapkan kepada  pihak yang berkepentingan. Pasien pun bisa melepaskan haknya untuk memperoleh informasi sehingga memutuskanuntuk tidak diberitahukan apa yang dideritanya.Bagian   penting   dalam   hubungan   dokter   pasien   adalah   kepercayaan.
Untuk menerima   perawatan   medis,   seorang   pasien   harus   membuka   rahasia   kepada   dokter mengenai informasi yang mungkin tidak ingin diketahui orang lain. Mereka memilikialasan yang kuat mempercayai dan mempercayakan dirinya pada dokter, hal ini terjadikarena   dokter   telah   dinyatakan   sebagai   seorang   professional.
Kepercayaan   inimengandalkan kompetensi dan kesediaan dokter untuk memperdulikan pasien, sehingga seorang pasien harus bisa dengan perasaan lega dan aman serta tidak khawatir menaruhkepercayaan kepada dokternya, bahwa  rahasia  yang  diceritakan  kepada  dokter tidakakan diungkapkan lebih lanjut olehnya.
Jadi Dia bebas dan sejujurnya maumenceritakan segala sesuatu yang dirasakan kepada dokter. Informasi yang   mengandung   nilai   kerahasiaan   disini meliputi   semua  laporanatau   catatan   yang   terdapat   dalam   berkas   rekam   medis   sebagai   hasil   pemeriksaan, pengobatan, observasi   atau   wawancara   dengan   pasien.
 Informasi   ini   tidak   bolehdisebarluaskan kepada pihak-pihak yang tidak.  Pemberitahuan keadaan pasien kepadapasien maupun keluarganya oleh orang rumah sakit selain dokter yang merawat samasekali   tidak   diperkenankan.   Pemberitahuan   menyangkut   penyakit   pasien   kepadapasien/keluarga menjadi tanggung jawab dokter pasien, pihak lain tidak memiliki haksama sekali.
Dokter sebagai pemegang peran dalam pelayanan kesehatan wajib merahasiakan segala   sesuatu   yang   dilihat,   didengar,   dimengerti,   atau   dijabarkannya   mengenaipasiennya. Hak atas rahasia pada hakekatnya milik pasien. Dokter harus menghormati privacy pasien. Isi rekam medis hakikatnya di dalamnya terdapat rahasia medis adalahhak   pasien.
  Dokter   tidak   memiliki   hak   atas   rahasia   medis   melainkan   mempunyaikewajiban yakni untuk berdiam diri bila ia dipanggil selaku saksi di pengadilan. Didepan hakim ia mempunyai hak undur diri mengenai apa yang ia harus rahasiakan.
Rahasia kedokteran hanya dapat dibuka untuk kepentingan kesehatan pasien, permintaan   pasien   sendiri  atau   berdasarkan   ketentuan  undang-undang,   merupakanpengecualian kewajiban dokter terhadap konfidensialitas pasien. Wajib simpan rahasiaadalah suatu perintah yang diperoleh atas jabatan yang diemban.
 Kewajiban memegangteguh   rahasia   jabatan   merupakan   syarat   yang   senantiasa   harus   dipenuhi   untuk menciptakan suasana percaya mempercayai yang mutlak diperlukan dalam hubungandokter  pasien. Dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentangseorang pasien bahkan setelah pasien itu meninggal.
Rekam medis pasien yang menjadirahasia kedokteran artinya tidak dapat dibuka pada keadaan tertentu tanpa dianggapmelanggar etika maupun hukum. Akan tetapi dapat dibuka hanya untuk kepentingankesehatan pasien, memenuhi permintaan aparatur penegak hukum, permintaan pasiensendiri, atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan.
Dalam hal pemberian sanksi terhadap pelanggaran kerahasiaan rekam medis initelah diatur dengan tegas dalam Pasal 79 butir c di dalam Undang-Undang Nomor 29Tahun 2004 tentang praktek kedokteran yaitu  :  Dipidana dengan pidana kurunganpaling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp.  50.000.000 (lima puluhjuta rupiah), setiap dokter atau dokter gigi yang dengan sengaja tidak memenuhikewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 huruf a, huruf b, huruf c, huruf d,atau huruf e.  (hai)
Categorised in:

No comment for FAUZIAH STAF HUMAS RSUD LANGSA TAK ADA KAPASITAS BOCORKAN REKAM MEDIS PASIEN

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *