Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BERITA » BANJIR DI ACEH SINGKIL 16 DESA TERISOLIR

BANJIR DI ACEH SINGKIL 16 DESA TERISOLIR

(518 Views) November 30, 2016 5:16 pm | Published by | No comment

mengevakuasi-anaknya-banjir_20161130_092923
ACEH SINGKIL – Banjir pada hari ketiga, Selasa kemarin, di Aceh Singkil bukannya surut, tapi malah tambah parah. Tinggi air di permukiman warga berkisar antara 40 hingga 100 cm, sehingga menenggelamkan seluruh desa di Kecamatan Singkil yang berjumlah 16 desa dan sebagian lagi di Kecamatan Singkil Utara. Hingga tadi malam debit air terus meninggi karena banjir kali ini bersamaan waktunya dengan banjir rob (pasang laut saat bulan purnama).
Kondisi semakin parah karena sekitar pukul 12.00 WIB kemarin, ruas jalan provinsi di Desa Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara, putus total diterjang banjir. Awalnya, hanya gorong-gorong di kawasan itu yang tergerus. Tapi kemudian, badan jalannya ikut amblas, sehingga terpotong selebar 3 meter. Karena banjir terus mendera, alhasil sore kemarin lebar jalan yang putus itu hampir mencapai 6 meter.
Putusnya jalan menyebabkan puluhan ribu warga di 16 desa di wilayah barat Aceh Singkil itu terisolir. Mereka tak bisa lagi bergerak menuju Gosong Telaga, Rimo, atau bahkan Kota Subulussalam. Sebaliknya, orang yang ingin menuju Singkil juga terkendala sejak kemarin siang karena jalan yang putus itu merupakan satu-satunya akses menuju dan ke luar dari Singkil melalui jalur darat.
Aparat Kodim 0109/Singkil yang bermarkas tak jauh dari ruas jalan yang putus itu bahu-membahu bersama warga mengatasi keadaan. Mereka taruh dua batang kelapa sebagai titian, sehingga sejumlah warga bisa menyeberang, tanpa kendaraan. Itu pun harus dituntun aparat TNI.
Tapi menjelang sore, ruas jalan yang amblas itu semakin lebar, sehingga pohon kelapanya harus dipasang baru yang ukurannya lebih panjang. Warga ramai berkerumun di titik ini melihat banjir yang kian bergemuruh atau menyaksikan warga yang menyeberang dengan meniti hanya dua pohon kelapa.
Di tengah ganasnya arus banjir, dua anggota Kodim 0109/Aceh Singkil melintas di atas jembatan darurat kemarin siang dengan mendorong sepeda motor dinasnya. Sudah puluhan warga melintas di titi darurat itu dibantu aparat TNI, baik dari Singkil menuju Rimo maupun sebaliknya. Namun nahas, ketika dua anggota TNI itu hendak melintas dengan mendorong sepeda motornya tiba-tiba titian darurat itu patah.
Akibatnya, kedua aparat TNI yang tengah berada di tengah titian itu tercebur ke dalam banjir. Keduanya berusaha menyelamatkan diri dengan berusaha menepi. Berkat bantuan masyarakat, kedua aparat tersebut berhasil diselamatkan. Sedangkan sepmor dinasnya sempat tenggelam, namun berhasil diangkat para anggota TNI bersama masyarakat secara gotong-royong.
Sementara itu, Safriadi (9), kemarin tertimpa tiang listrik milik PT PLN sehingga luka parah. Murid kelas 3 SD ini tertimpa tiang ketika petugas PLN sedang bekerja memperbaiki jaringan yang rusak akibat banjir.
Terjadinya di Dusun III Muarapea, Gampong Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara. Menurut warga, akibat kejadian itu bocah Safriadi terluka parah di bagian kepala dan kaki.
Pascainsiden itu, korban langsung dilarikan ke rumah sakit setempat di Gunung Meriah. Belum diketahui pasti nasib si bocah. Akses Serambi terhalang ke rumah sakit itu karena debit air semakin tinggi menjelang sore hingga tadi malam.
Heri, petugas PLN yang berhasil ditanyai mengatakan, sebanyak sepuluh tiang listrik di kawasan itu tumbang karena tanahnya labil setelah dua hari lebih terendam banjir. Kabel listrik yang jatuh ke tanah akibat tumbangnya tiang mencapai 600 meter.
Pihak PLN, seperti dikatakan Pelaksana Tugas Bupati Aceh Singkil, Asmauddin kepada Serambi kemarin, menargetkan akan menyelesaikan pemasangan tiang-tiang yang tumbang itu dalam masa dua hari. “Kalau bisa sehari itu lebih baik, sehingga tak terlalu lama warga Singkil didera gelap pada malam hari,” ujarnya.
Diakuinya, ribuan orang sudah mengungsi akibat banjir. Sebagian warga Kilangan, Ujung, dan Pasar Singkil mengungsi ke Kompleks Perumahan BRR yang lokasinya lebih tinggi. Namun, tadi malam pun rumah-rumah di kawasan itu sudah dimasuki banjir terasnya.
“Tak pernah sebelumnya banjir sampai ke Kompleks BRR ini. Tapi kali ini mulai tergenang,” kata Yarwin Adi Darma, warga Desa Ujung yang mengungsi ke Kompleks BRR.
Menurutnya, hujan deras yang mengguyur Aceh Singkil sejak Minggu pagi baru berhenti menjelang Senin malam. Akibatnya, Lae Cinendang dan Lae Souraya yang merupakan sungai terpanjang dan terlebar di Aceh dan bermuara ke Singkil, meluap. “Inilah yang menyebabkan banjir. Ditambah lagi Laut Singkil sedang mengalami pasang rob,” kata Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Singkil ini.
Plt Bupati Aceh Singkil, Asmauddin menyebut banjir Singkil kali ini merupakan yang terparah dalam sepuluh tahun terakhir. Sampai kemarin pagi banjir di Simpang Kanan, Suro, dan Gunung Meriah berangsur surut, tapi di Kecamatan Singkil yang dekat dengan muara sungai dan laut, airnya justru bertambah karena bersamaan dengan datangnya pasang rob yang juga dinamakan pasang gambung.
Dia mengaku, sebagian bantuan masa panik sudah tiba di Singkil, sebagian lainnya masih dalam perjalanan dari Banda Aceh. “Bapak Plt Gubernur Aceh pun sudah menyatakan akan meninjau korban banjir Singkil pada Kamis pagi,” demikian Asmauddin. (sic/de/lid/dik/MA)

Categorised in:

No comment for BANJIR DI ACEH SINGKIL 16 DESA TERISOLIR

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *