Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BIDIK » Aksi Pencurian Marak, Resahkan Warga Nagari Koto Tuo

Aksi Pencurian Marak, Resahkan Warga Nagari Koto Tuo

(679 Views) Maret 8, 2016 9:51 pm | Published by | No comment

AGAM-Maraknya terjadi aksi pencurian semenjak dua tahun lalu di Nagari Koto Tuo Kecamatan IV Koto Kab. Agam, membuat resah penduduk setempat.
curi
Aksi pencurian itu dilakukan tidak saja memilih waktu dan tempat, kedai-kedai usaha, rumah penduduk, hewan ternak maupun kendaraan roda dua yang sedang parkir juga diembat pencuri.
Maling itu menjalankan aksinya setiap waktu bila ada kesempatan, siang maupun malam. Aparat nagari dan Jorong dimana aksi maling terjadi tidak bisa berbuat apa apa. Salah satu penyebab leluasanya pencuri bereaksi, tidak berjalannya sistem Siskamling di Koto Tuo.
Kapolsek IV Koto AKP Hendra Restuaji yang ditemui warta Kriminal di Koto Tuo juga menjelaskan, tidak berjalannya sistem Siskamling di Jorong dan Nagari di wilayah IV Koto adalah penyebab maraknya terjadi aksi pencurian di wilayah Kecamatan IV Koto.
Menurut Kapolsek, Polsek IV Koto telah berulangkali menyampaikan berupa himbauan kepada setiap nagari di Kecamatan IV Koto untuk menggiatkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) akan tetapi kegiatan seperti itu tidak ditanggapi serius oleh nagari nagari yang ada di IV Koto.
Sementara aparat Polri yang terbatas jumlahnya tentunya tidak dapat melakukan pengawasan secara menyeluruh untuk dua wilayah Kecamatan IV Koto berikut Kecamatan Malalak yang cukup luas wilayahnya.
Masjid Almubarak yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat tidak luput menjadi sasaran kemalingan. Beberapa kali telah terjadi pengurasan isi kotak amal yang berada didalam Masjid tersebut.
Warga serta Jamaah Masjid setempat berulangkali memberi saran kepada pengurus Masjid agar dilakukan pemasangan alat pemantau CCTV di lingkungan Masjid Almubarak, sayangnya usulan itu tidak mendapat perhatian pengurus Masjid.
Apabila alat CCTV terpasang tentulah situasi dan kondisi didalam dan lapangan parkir luar Masjid dapat terpantau sewaktu waktu.
Pertengahan Pebruari lalu, kembali terjadi aksi perusakan salah pintu kamar yang berada didalam Masjid Almubarak. Menurut salah seorang warga, untungnya kotak amal yang ada di dalam kamar isinya tidak sempat dijarah maling karena dilengkapi kunci ganda.
Kejadian yang terjadi dilingkungan Masjid tentunya membuat masyarakat sangat prihatin. Sementara pengurus Masjid sepertinya tidak peduli dengan berulangkali terjadinya aksi pencurian ini.
Beberapa orang warga maupun Jamaah Masjid Almubarak yang tidak mau di sebutkan namanya menyayangkan sikap oknum pengurus Masjid yang tidak acuh atas terulangnya aksi pencurian serta perusakan pintu kamar Masjid.
Masyarakat setempat juga mempertanyakan dilakukannya penambahan bangunan di Masjid Almubarak (saat ini pengerjaan terhenti). Masjid ini adalah asset nagari Koto Tuo yang terdiri dari tujuh Jorong, lazimnya disebut Sidang.
Dimana pembangunan tambahan pada Masjid tidak pernah di musyawarahkan dengan masyarakat dari tujuh Jorong/Sidang.
Seogyanya rencana penambahan bangunan Masjid tidak dilakukan semena mena, hanya seenak perut beberapa orang oknum yang duduk selaku pengurus Masjid.
Langkah demikian diharapkan masyarakat maupun jamaah Masjid perlu di jalankan sebagaimana berlaku selama ini di Nagari Koto Tuo.
Masjid Almubarak bukanlah milik pribadi seseorang atau hanya milik orang orang berduit saja. Masjid ini adalah milik seluruh warga anak nagari Koto Tuo. Andai pengurus tidak mampu menjalankan amanah warga maupun jamaah, sebaiknya secara terhormat pengurus Masjid Almubarak mundur saja.
Hal Itulah yang menjadi harapan masyarakat setempat yang disampaikan melalui koran ini. (Catata: Wanola)

Categorised in:

No comment for Aksi Pencurian Marak, Resahkan Warga Nagari Koto Tuo

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *