Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BERITA » FIGUR YUSRIL IHZA MAHENDRA KUDA HITAM PILPRES 2019

FIGUR YUSRIL IHZA MAHENDRA KUDA HITAM PILPRES 2019

(4798 Views) Juli 28, 2017 8:11 pm | Published by | No comment

yusril-ihza-mahendra-.jpg.cf
JAKARTA-Pertemuan politik antara Ketua Umum Partai Demokrat dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang berlangsung Kamis (27/7) di Cikeas, Bogor.

Mengundang berbagai spekulasi. Ada yang menganggap pertemuan SBY-Prabowo pasca disahkannya Undang-Undang tentang Pemilu DPR memperjelas adanya dua kutub besar menjaleng Pemilu 2019, yaitu kutub Prbaowo yang didukung SBY dan kutub Joko Widodo dan partai-partai pendukungnya.

Namun, pakar hukum tata Negara Margarito, justru berpandangan lain. Menurut Margarito, ada figur lain berpotensi menjedi “kuda hitam” di Pemilu 2019 yaitu Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.

Margarito menilai, keberadaan Yusril dalam peropolitikan nasional saat ini tidak bisa diabaiikan. Yusril, lanjut Margarito, punya peran besar dalam ikut menyelesaikan persoalan-persoalan berat bangsa ini.

“Terakhir langkah besar yang dilakukan Pak Yusril adalah ikut menghadapi Perppu tentang Ormas dan Undang-Undang tentang Pemilu dan membawanya ke Mahkamah Konstitusi. Pak Yusril bukan hanya bicara tetapi juga melakukan tindakan nyata melakukan edukasi kepada rakyat tentang cara berdemokrasi yang benar,” ujar Margarito di Jakarta, Jumat (28/7).

Mengenai kutub Jokowi dan kutub SBY-Prabowo, Margarito melihatnya sebagai sebuah kekuatan yang belum pasti. Dalam analisis Margarito, belum tentu SBY dan Prabowo bersatu menjadi sebuah kekuatan dalam Pemilu 2019.

Begitu juga dengan Jokowi karena dukungan riilnya belum di tangan. Meskipun saat ini sejumlah partai politik pendukung pemerintah sudah menyatakan tekadnya untuk mendukung Jokowi di Pemilu 2019, tidak tertutup kemungkinan petanya akan berubah.

“Sebab, bukan tidak mungkin PDIP sebagai partai pendukung utama Jokowi ingin mencankan Puan Maharani sebagai kadernya sendiri. Memangnya PDIP tidak punya ekspektasi kekuasaan yang tinggi,” tanya Margarito.

Saat ini Yusril tengah mengajukan judicial review atas Undang-Undang Pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan itu dilakukan Yusril Undang-Undang Pemilu dinilai inkonstutsional karena “mematok” presidential threshold 20%. Padahal, dalam putusannya pada 2014 lalu, MK menyatakan Pemilu 2019 dilaksanakan secara serentak.

“Kalau gugatan ini dimenangkan oleh MK, Pak Yusril bisa lolos menjadi calon presiden dan bisa menjadi kuda hitam meskipun PBB kecil suaranya,” tegas Margarito.

Belakangan nama Yusril selalu menjadi perbincangan publik sebagai salah satu bakal calon presiden 2019. Nama Yusril di bursa calon presiden RI bukan hal baru. Yusril pernah menjadi calon Presiden tahun 1999, namun mengundurkan diri sehingga Gus Dur terpilih dalam SU MPR.

“Dari kemampuan intelektual, integritas moral dan pengalaman menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa, kemampuan Yusril tidak diragukan lagi,” pungkas Margarito. (anhar r)

Categorised in: ,

No comment for FIGUR YUSRIL IHZA MAHENDRA KUDA HITAM PILPRES 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *