Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BERITA » DIDUGA PIHAK POLRESTA MEDAN TAK GUBRIS LAPORAN WARGA, POLDASU KEBOBOLAN DAN 1 PERSONIL TEWAS

DIDUGA PIHAK POLRESTA MEDAN TAK GUBRIS LAPORAN WARGA, POLDASU KEBOBOLAN DAN 1 PERSONIL TEWAS

(415 Views) Juni 27, 2017 2:24 pm | Published by | No comment

IMG-20170626-WA0009

MEDAN-Kematian akibat tusukkan pada dada dan leher Ipda (anumerta) Martua Sigalingging akibat serangan 2 orang yang diduga teroris jaringan ISIS dengan cara melompat pagar Mapoldasu, Minggu (25/6) sekitar pukul 03.00 wib, sangat disesalkan Imran (48), Ketua Forum Kemitraan Perpolisian Masyarakat (FKPM), Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, di daerah salah seorang pelaku tinggal.

Imran, yang ditemui di rumahnya, jalan Pelajar Timur, tepatnya di belakang gudang penyimpanan mobil angkutan (27/6), mengatakan bahwa dirinya telah melaporkan ke Polrestabes Medan 3 tahun yang lalu atas kecurigaannya terhadap salah satu pelaku Syawaludin yang tertangkap dalam penyerangan di Mapoldasu pada minggu (25/6).

Menurut Imran yang berdekatan rumah dengan Syawaludin mengetakan bahwa bermula dirinya mendapat kabar dari warga tentang adanya logo ISIS di depan rumah (menghadap jalan) Syawaludin yang berada di jalan Pelajar Timur Gg. Kecil, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Medan.

Lalu hal logo yang berada di depan rumah rumah Syawaludin sempat dimusyawarahkan warga di kantor Kecamatan Medan Denai,hingga melaporkan hal tersebut ke Polrestabes Medan. ” Saat itu Kasat Intelnya masih pak Rama,” ungkapnya.

Namun laporan yang mereka sampaikan ke Polrestabes Medan hanya diterima saja,tapi tidak ditindak lanjuti dan Polrestabes Medan dengan alasan karena saat itu pelaku Syawaludin tidak ada indikasi mau melakukan tindakkan yang melanggar hukum seperti penyerangan yang terjadi pada minggu malam (25/6/17), disebabkan tempat tinggal pelaku tidak pernah dijadikan tempat berkumpul teman-teman sealirannya.

“Menurut Pihak Intel Polrestabes Medan saat itu, mereka tidak berani melakukan penggeledahan rumah Syawaludin sebab di luar kemampuannya,” kata Imran menirukan ungkapan Personil Intel Polrestabes Medan saat itu.

Selanjutnya Imran mengatakan bahwa dirinya dari kecil mengenal Syawaludin,karena sejak kecil mereka bertempat tinggal di Jalan Pelajar Timur dan saat ini Pelaku menjalankan usaha kelontong milik orang tuanya yg berada di Jalan Sisingamangaraja,Medan

“Dia itu adikan saya dan tidak salah si Syawaludin kelahiran tahun 73 dan memiliki 5 orang anak saat ini,” katanya.

Lalu Imran mengatakan kembali kepada patroli bahwa dirinya pernah mendengar bahwa pelaku pernah berkunjung ke Suriah untuk pelatihan perang sekitar 2007 sampai 2008.

Menurutnya ketika tetangga depan rumah Syawaludin yang kebetulan anggota tentara, Sugeng pernah mengatakan bahwa Syawaludin ketika ditanya mengenai logo ISIS yang berada di depan rumahnya, Syawaludin mengungkapkan jika logo ISIS itu adalah Jihadnya.

Mengakhiri pembicaraannya, Imran mengatakan bahwa saat ini rumah pelaku dalam keadaan sepi,sebab diberikan garis polisi dan keluarga pelaku juga telah diamankan pihak Poldasu yang datang pada pagi hari, beberapa jam dari kejadian yang menimpa Mapoldasu (25/6).

“Istri dan anak-anaknya dibawa juga oleh pihak personil Poldasu pagi itu,cuma saya tidak tahu mau dibawa kemana,Pungkasnya.

Terpisah, Kabid Humas Poldasu, Kombes Rina Sari Ginting ketika dihubungi melalui seluler (27/6) dan mempertanyakan tentang tidak menindak lanjuti laporan warga kepada Polrestabes Medan 3 tahun yang lalu tentang kecurigaan warga terhadap Syawaludin yang memiliki logo ISIS di depan rumahnya, mengatakan bahwa pihaknya masih mendalami dulu hal itu. (group wa ist/patrolinews)

Categorised in: ,

No comment for DIDUGA PIHAK POLRESTA MEDAN TAK GUBRIS LAPORAN WARGA, POLDASU KEBOBOLAN DAN 1 PERSONIL TEWAS

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *