Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BERITA » 12 tahun berkonflik dengan PTPN4 Sosa, Ditaksir, Masyarakat KSF Merugi Sebesar Rp. 36 Miliar

12 tahun berkonflik dengan PTPN4 Sosa, Ditaksir, Masyarakat KSF Merugi Sebesar Rp. 36 Miliar

(455 Views) April 29, 2016 6:55 pm | Published by | No comment

PALAS-Setelah sekitar 12 tahun lamanya, masyarakat Koperasi Tani Sinar Fajar (KSF) Desa Hutara Lamo Kecamatan Sosa, Kabupaten Palas berkonflik lahan di atas areal afdeling 9 PTPN4 Unit Usaha Sosa, jika dikalkulasikan secara sederhana, selama kurun waktu tersebut pula, masyarakat telah dirugikan secara materi senilai Rp. 36 miliar, imbas dari konflik yang sudah menahun itu.

IMG_20160429_184754
Taksiran besaran kerugian material hingga mencapai puluhan miliaran rupiah yang diderita oleh masyarakat KSF itu, sesuai dengan perjanjian antara masyarakat dengan manajemen PTPN4 Sosa di tahun 1994 silam, saat proses penyerahan tanah ulayat masyarakat yang kini menjadi areal afdeling9 PTPN4 Sosa, yang ditukar gulingkan dengan lahan kebun plasma masyarakat seluas 550 Ha.

“Perjanjian tukar guling tanah ulayat masyarakat itu, dikuatkan dengan akta notaris yang dibuat oleh pihak perusahaan dan masyarakat di tahun 1999, di kantor notaris,” ungkap Ketua KSF Ali Atas Hasibuan di dampingi Sekretaris II, Syarif Husein Hasibuan, Jumat (29/4).

Sesuai isi perjanjian kesepakatan bersama itu, terangnya,  menyebutkan bahwa tanah kebun plasma, sebagai pengganti tanah ulayat yang disershkan seluas 550 Ha, ajan disershkan oleh perusahaan kepada masyarakat KSF pada tahun 2004, setelah kebun plasma yang dibangun oleh perusahaan itu berproduksi.

“Tapi kenyataannya, sampai dengan saat ini, janji-janji manis perusahaan itu nol besar. Bila pada tahun 2004 lalu, kebun plasma itu sudah dirawat dengan baik oleh perusahaan dan sudah berproduksi, kemudian diserahkan kepada masyarakat, tentu konflik lahan ini tidak berkepanjangan sampai sekarang,” tukasnya.

Kemudian, lanjutnya, bila diperhitungkan, dari sejak tahun 2004 itu, hasil produksi dari kebun plasma itu sedikitnya sebesar Rp. 1.000.000 perkapling atau seluas 2 Ha/KK dikali sebanyak 250 KK anggota masyarakat KSF, berarti ada sekitar Rp. 250 juta hasilnya setiap bulan yang dibagikan kepada anggota KSF.

“Kalau hasil perhitungan sebesar Rp. 250 juta perbulan itu, di kalikan 12 bulan, terus dikali lagi selama 12 tahun, hasilnya tentu sebesar Rp. 36 miliar. Jadi pastinya, selama 12 tahun ini masyarakat KSF berkonflik lahan dengan PTPN4 Sosa, masyarakat sudah dirugikan secara material sebesar Rp. 36 miliar,” ucapnya.

“Itu, belum lagi perhitungan kerugian immaterial yang dirasakan oleh masyarakat, akibat pihak perusahaan selalu ingkar janji dengan kesepakatan perjanjian bersama yang dibuat dengan masyarakat di hadapan notaris. Kita punya dokumen akta notaris itu,” tegasnya.

“Jadi, kalau pihak perusahaan mengklaim sudah merugi sebesar Rp. 8,8 miliar akibat berkonflik dengan masyarakat KSF, tentunya angka itu belum sebanding dengan kerugian yang dialami masyarakat, plus kerugian imnaterial, secara mental dan spiritual yang dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Manajemen PTPN4 Unit Usaha Sosa, melalui Asisten SDM dan Umum, Suhendro Gunawan, SH diketahui oleh KTU PTPN4 Sosa, Teja Buana Syahputra menyatakan, selama 19 bulan areal afdeling9 PTPN4 Sosa dipanen oleh masyarakat KSF, perusahaan BUMN itu merugi srbesar Rp. 8,8 miliar.

“Sejak masyarakat KSF menguasai dan memanen tandan buah segar (TBS) sawit dari atas lahan seluas 448 hektare, yang berlokasi di areal afdeling 9 PTPN IV Sosa, PTPN IV Sosa mengalami kerugian sebesar Rp. 8.812.004.945, dengan jumlah produksi TBS sawit yang dipanen warga sampai saat ini sebanyak 6.406.931 kilogram atau setara 6.406 ton,” sebut KTU PTPN IV, Teja Buana Sahputra, didampingi, Asisten SDM dan Umum Suhendro Gunawan dan Aska M. Najib Lubis, Selasa (12/4) lalu.

Katannya, angka kerugian material yang dialami pihak perusahaan akibat produksi kebun sawit dipanen oleh masyarakat itu, didasarkan pada data produksi lahan dan dikalikan dengan perhitungan harga jual TBS sawit yang fluktuaktif setiap bulannya.

Categorised in:

No comment for 12 tahun berkonflik dengan PTPN4 Sosa, Ditaksir, Masyarakat KSF Merugi Sebesar Rp. 36 Miliar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *