Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BIDIK » ‪Pelaksanaan Eksekusi di Areal Register 40 di Palas, Dikhawatirkan Akan Picu Konflik Horizontal

‪Pelaksanaan Eksekusi di Areal Register 40 di Palas, Dikhawatirkan Akan Picu Konflik Horizontal

(628 Views) Juli 17, 2016 2:28 pm | Published by | No comment

PALAS-Menanggapi rencana pemerintah pusat yang akan melakukan esekusi lahan perkebunan yang ada di areal register 40, yang berlokasi di wilayah Kecamatan Huristak Kabupaten Palas, yang direncakan akan dilakukan pada bulan juli tahun ini, diharapkan hal itu tidak perlu terjadi, karena dikhawatirkan akan memicu konflik horizontal di masyarakat setempat.
IMG_20160717_144015
Hal ini seperti yang diutarakan Tokoh masyarakat Huristak Kecamatan Huristak,Tongku Khalik, saat ditanyai, kemarin, mengatakan, terkait langkah pemerintah yang akan melakukan eksekusi materiil pada lahan perkebunan kelapa sawit seluas lebih kurang 47.000 hektare di areal Register 40 itu, dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru atau masalah yang akan lebih besar lagi.

Menurut Ketua Kelompok Tani Luat Huristak itu, pelaksaan eksekusi yang dilakukan nantinya, bakal bersinggungan dengan hak-hak karyawan yang selama ini sudah bekerja di perusahaan itu, tentu akan terganggu.

“Kalau saya tetap menyatakan eksekusi itu tidak perlu dilakukan, sebab kalau saja pemerintah tetap ngotot akan melakukan eksekusi, dikhawatirkan persoalan demi persoalan akan muncul nantinya, dan justru bukan menyelesaikan masalah yang ada,” ungkapnya.

Tongku Khalik yang juga anggota DPRD Palas itu menyatakan, tidak tertutup kemungkinan akan terjadi bentrok fisik dan pertumpahan darah jika pemerintah tetap memaksakan diri untuk melakukan eksekusi. “Sebab, dengan adanya eksekusi dari pihak pemerintah, maka yang menjadi korban adalah karyawan maupun pekerja yang sudah lama berdomisili  dan mencari makan dari perusahaan perkebunan tersebut,” jelasnya.

“Kalau tetap akan di eksekusi, tidak dapat dipungkiri bakal terjadi  bentrok fisik itu tidak bisa dihindari, itu sangat  tidak kita inginkan terjadi. Makanya dengan tegas kita menolak dilakukan eksekusi,” tegasnya.

Tambah, Tongku Khalik, sebelum Pemkab Palas terbentuk, Kelompok Tani Luat Huristak sudah lebih lama terbentuk. “Artinya, kelompok tani Luat Huristak itu  bukan  dibentuk secara dadakan atau muncul saat permasalan register 40 di lahan perkebunan  PT. Torganda mencuat ke perkemukaan. Jadi sudah sepuluh tahun lebih  kalau kelompok tani luat Huristak itu ada,” bebernya.

Sebelumnya, Bupati Palas H Ali Sutan Harahap mengatakan, terkait rencana eksekusi perkebunan kelapa sawit PT. Torganda yang berada di areal register 40 itu, Pemkab Palas tengah melakukan ekspos di Kementerian Menko Polhukam di Jakarta. “Ekspos tersebut adalah sebagai tindak lanjut dari rencana pemerintah pusat yang akan melakukan eksekusi di areal register 40, yang dijadwalkan akan dilakukan pada bulan Juli ini,” kata bupati.

Bupati juga berharap, setidaknya akan ada solusi yang terbaik jika perkebunan kelapa sawit yang berada di kawasan register 40 tetap di eksekusi. “Jadi, prinsipnya Pemda Palas berharap, kebijakan pemerintah itu nantinya, bisa berdampak positif bagi Pemda Palas. Kita tidak mempersoalkan mau format dan ke­bijakan apa yang akan ditempuh nanti, selama keputusan yang akan diambil itu mengacu kepada aturan yang berlaku,” ucapnya.

Categorised in:

No comment for ‪Pelaksanaan Eksekusi di Areal Register 40 di Palas, Dikhawatirkan Akan Picu Konflik Horizontal

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *