Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BIROKRASI » ‪ Harga Karet Belum Membaik, Dishutbun Palas Programkan Demplot Tanaman Kelapa

‪ Harga Karet Belum Membaik, Dishutbun Palas Programkan Demplot Tanaman Kelapa

(556 Views) April 13, 2016 7:21 am | Published by | No comment

PALAS-Harga jual getah karet di tingkat petani di daerah Kabupaten Palas, hingga bulan april 2016 belum juga membaik. Saat ini, petani karet menjual getah di kisaran harga Rp. 4.000 hingga Rp. 5.900 perkilogram.

Karena harga jual getah karet belum juga membaik, sejumlah petani di daerah ini mulai berpikir untuk beralih ke tanaman perkebunan jenis lainnya, yang dinilai mampu mendongkrak ekonomi warga, seperti tanaman kelapa misalnya.

Intan Khairani (36), satu warga Desa Ujung Batu, Kecamatan Sosa, Selasa (12/4) mengaku, lebih satu tahun terakhir ia tidak lagi menderes kebun karetnya seluas satu hektare lebih itu. Ia mulai berpikir untuk segera mengkonversi tanaman karet ke tanaman kelapa.

“Sudah satu tahun lebih kebun karet ini tidak lagi kami deres, karena harga jualnya belum juga membaik. Secara kebetulan, kami mendapat informasi ada program demplot tanaman kelapa dari Dinas Perkebunan Palas, makanya kami bermaksud ingin mengikuti program tersebut,” katanya.

Ditanya, kenapa tidak diganti dengan jenis tanaman sawit atau yang lainnya. Dijawabnya, “Kami prediksi, harga jual kelapa sayur tentunya lebih tinggi dari pada harga jual buah sawit, dengan masa tanam dan masa produksi yang sama. Apalagi di daerah sini, harga beli kelapa masih tinggi, yakni sebesar Rp. 3.000 sampai Rp. 4.000 perbuahnya. Bahkan, pernah saya beli kelapa di penjual seharga Rp. 5.000 perbutir sudah diparut,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Usaha Tani dan Perlindungan Dishutbun Palas, Ramlan, SP melalui Tim Survei, Syahroni Hasan Siregar, S. Hut, saat melakukan survei ke calon lokasi demplot tanaman kelapa menyebutkan, lokasi lahan yang kini merupakan kebun karet milik warga itu, dinilai cukup baik dan potensial untuk dikonversi tanaman kelapa.

“Kami melihat, kondisi tanaman karetnya sudah cukup tua, selain produksi karetnya sudah berkurang, harga jualnya juga belum membaik. Selanjutnya, kondisi tekstur tanahnya yang hitam dan gembur, diyakini cukup baik untuk lokasi demplot tanaman kelapa. Apalagi tanaman kelapa memiliki prospek ekonomi yang baik,” ujarnya.

Katannya, saat ini harga jual kelapa di pasaran minimalnya seharga Rp. 2.500 hingga Rp. 3.000 perbuah. Bila dirata-ratakan dalam dua minggu bisa diproduksi sebanyak 10 buah hingga 15 buah pertandang perbatang kelapa, artinya potensi ekonomi yang bisa dihasilkan sebesar Rp. 25.000 hingga Rp. 45.000, perbatang pohon kelapa.

“Bila dikalkulasikan dengan perkebunan demplot tanaman  kelapa seluas satu hektare, dengan jarak tanam 9 meter dikali 10 meter, bisa ditanam sebanyak 120 batang pohon kelapa. Artinya, dalam satu hektare luas tanaman kelapa itu, setiap dua minggu, minimalnya potensi ekonomi yang bisa dihasilkan sebesar Rp. 3 juta hingga 5,4 juta,” ucapnya.

“Perhitungan hasil ekonomi bertanam kelapa ini, tentu lebih besar dari berkebun sawit dengan luas lahan yang sama, dimana dalam dua minggu maksimal hasil panen sawitnya sebanyak 2 ton. Bila harga jualnya sebesar Rp. 1.000 perkilogram, berarti potensi ekonominya sebesar Rp. 2 juta. Apalagi kondisi harga jual sawit tidak stabil,” tegasnya.

Dikatakannya, untuk meningkatkan pendapatan ekonomi warga masyarakat di daerah ini, pada tahun 2016 ini, Dishutbun Palas tengah menjalankan program enam jenis demplot tanaman perkebunan, yakni tanaman jelapa, cengkeh, aren, kopi ateng, tembakau dan asam gelugur.

Tambahnya, selama jarak waktu mulai ditanam hingga tanaman kelapa berproduksi, yaitu selama 3 sampai 4 tahun, warga bisa bertanam tumpang saridi atas lahan demplot itu, dengan jenis tanaman semusim, seperti jagung, sayur mayur, kedelai dan sebagainya, yang tujuannya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, pungkasnya

Categorised in:

No comment for ‪ Harga Karet Belum Membaik, Dishutbun Palas Programkan Demplot Tanaman Kelapa

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *